APBN atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara merupakan instrumen penting dalam pengelolaan ekonomi suatu negara. Melalui APBN, pemerintah dapat mengarahkan berbagai kebijakan ekonomi untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Salah satu fokus utama kebijakan anggaran adalah mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Baru-baru ini, Ketua DPR Puan Maharani menekankan pentingnya mengarahkan APBN 2026 tidak hanya untuk menjaga defisit anggaran, tetapi lebih jauh untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, APBN harus berfungsi sebagai katalis pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Pentingnya Mengelola Defisit Secara Bijak
Menjaga defisit anggaran adalah tantangan yang kerap dihadapi pemerintah dalam menyusun APBN. Meskipun defisit menjadi alat untuk membiayai kebijakan publik, penanganan yang tidak tepat dapat mengakibatkan beban utang yang tidak terkendali di masa depan. Oleh karena itu, Puan Maharani menggarisbawahi bahwa pengelolaan defisit harus dilakukan dengan bijak. Fokusnya bukan hanya pada pengendalian jumlah defisit, tetapi juga pada pemanfaatan belanja negara yang efektif dan efisien. Memastikan alokasi anggaran menciptakan dampak ekonomi yang luas haruslah menjadi prioritas, sehingga setiap rupiah yang dibelanjakan dapat memberikan manfaat maksimal bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Strategi Menciptakan Lapangan Kerja
Penciptaan lapangan kerja menjadi salah satu indikator keberhasilan kebijakan ekonomi. Dalam konteks APBN 2026, langkah-langkah strategis harus dirancang untuk memfasilitasi penciptaan pekerjaan yang produktif dan berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang dapat diambil adalah investasi dalam sektor-sektor yang memiliki potensi besar untuk menyerap tenaga kerja, seperti industri manufaktur, pariwisata, dan pertanian. Selain itu, mendorong sektor informal menjadi lebih formal akan membantu meningkatkan keamanan pekerjaan dan kesejahteraan pekerja. Puan menekankan bahwa penciptaan lapangan kerja memerlukan kebijakan yang integratif dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta sektor swasta.
Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas
Pertumbuhan ekonomi berkualitas tidak semata-mata diukur dari laju pertumbuhan PDB semata, tetapi juga dari sejauh mana pertumbuhan tersebut bisa menurunkan tingkat kemiskinan, meningkatkan akses terhadap layanan dasar, serta menjamin ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, APBN 2026 diharapkan dapat mendorong investasi publik yang tepat sasaran dalam pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Investasi pada kapital manusia, seperti peningkatan keterampilan tenaga kerja, akan meningkatkan daya saing dan produktivitas, yang pada akhirnya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkesinambungan.
Reformasi Kebijakan Fiskal
Untuk mewujudkan APBN yang dapat mendukung penciptaan lapangan kerja serta pertumbuhan ekonomi berkualitas, reformasi kebijakan fiskal menjadi keharusan. Pemungutan pajak yang lebih adil dan peningkatan kepatuhan perpajakan harus diutamakan untuk meningkatkan pendapatan negara. Di sisi belanja, reformasi juga diperlukan guna memastikan alokasi yang lebih besar untuk bidang-bidang yang produktif. Reformasi ini harus disertai dengan peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran negara, agar kebijakan tersebut dapat diimplementasikan secara efektif dan dipercaya oleh masyarakat.
Partisipasi Masyarakat dan Inklusi Sosial
Kebijakan APBN yang efektif harus melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat. Dengan mendengarkan aspirasi rakyat, pemerintah dapat menyusun anggaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan publik. Partisipasi ini juga penting untuk mendorong inklusi sosial, di mana setiap kelompok masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi. Pengembangan ekonomi lokal dan usaha kecil menengah (UKM) harus difasilitasi karena sektor ini seringkali menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Melalui kebijakan yang inklusif, pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan dapat lebih mudah dicapai.
Kesimpulannya, keberhasilan APBN 2026 dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan kesejahteraan masyarakat memerlukan pendekatan holistik yang mencakup pengelolaan defisit yang bijak, penciptaan lapangan kerja produktif, dan reformasi kebijakan fiskal. Partisipasi masyarakat dalam proses kebijakan serta fokus pada inklusi sosial akan memastikan bahwa manfaat dari anggaran dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, APBN 2026 dapat menjadi fondasi yang kuat bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan.







