Pada awal minggu yang cerah di Kabupaten Barito Utara, Bupati H. Shalahuddin, ST MT., dengan tegas memimpin Apel Pagi di lingkungan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disnakertranskop & UKM). Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan pentingnya integritas dan kehormatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pilar utama dalam menjalankan tugas melayani masyarakat. Pesan ini, begitu relevan, mengingat peran strategis ASN dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efisien, dinilai sangat krusial dalam pembangunan daerah.
Menjunjung Tinggi Integritas
Integritas, yang berarti konsistensi dan keteguhan hati dalam memegang prinsip moral dan etika, menjadi fondasi utama bagi setiap ASN. Dalam konteks pemerintahan, integritas berfungsi sebagai pemandu dalam menjalankan setiap tugas dan memfasilitasi pelayanan kepada masyarakat. Bupati Shalahuddin menggarisbawahi bahwa tanpa integritas, ASN akan kehilangan arah dan dapat terjerumus dalam perilaku tercela yang merugikan instansi dan masyarakat yang mereka layani. Integritas ASN ini juga erat kaitannya dengan penerapan prinsip good governance yang menuntut transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi aktif dari semua pihak.
Memahami Pentingnya Kehormatan Mereka
Kehormatan bagi ASN tidak hanya terkait dengan reputasi pribadi, tetapi juga mencakup citra dan pandangan publik terhadap institusi tempat mereka bekerja. Bupati Barito Utara mengingatkan bahwa ASN adalah cerminan dari keseluruhan pemerintahan daerah. Oleh karena itu, menjaga kehormatan diri berarti menjaga kehormatan lembaga. Setiap tindakan dan sikap ASN tidak hanya berpengaruh pada diri mereka sendiri, tetapi juga berdampak luas terhadap kepercayaan masyarakat pada pemerintah. Memudarnya kehormatan bisa menurunkan kepercayaan publik, yang menjadi tantangan berat dalam upaya kolaboratif membangun daerah.
Menghindari Perilaku Tercela
Perilaku tercela dalam birokrasi bisa berupa penyalahgunaan wewenang, korupsi, nepotisme, dan tindakan lainnya yang bertentangan dengan norma pelayanan publik. Bupati Shalahuddin mengingatkan ASN untuk waspada terhadap godaan serta tekanan yang dapat mengarahkan kepada tindakan yang mencederai integritas. Penting bagi setiap ASN memupuk kesadaran untuk bertindak sesuai norma dan peraturan perundang-undangan guna mencegah setiap bentuk kerugian yang dapat timbul bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
Peran ASN dalam Pembangunan Daerah
ASN memiliki peranan kunci dalam mendorong roda pembangunan daerah. Mereka adalah pelaksana kebijakan dan program pemerintah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Produktivitas dan efisiensi mereka dalam bekerja tidak hanya menentukan keberhasilan program, tetapi juga berkontribusi secara signifikan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan menanamkan nilai-nilai integritas dan menghindari perilaku tercela, ASN dapat memastikan bahwa setiap program dan kebijakan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi publik.
Upaya Peningkatan Kapasitas ASN
Pemerintah Kabupaten Barito Utara di bawah bimbingan Bupati Shalahuddin, terus berusaha meningkatkan kapasitas dan kapabilitas ASN melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan. Tujuannya adalah untuk membekali ASN dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan agar dapat menjalani tugas mereka dengan baik. Selain itu, penekanan pada aspek etika dan integritas dalam pelatihan diharapkan dapat menjadi filter awal dalam mengantisipasi perilaku yang tidak sesuai dengan norma birokrasi dan pemerintahan yang baik.
Kesimpulan
Integritas dan kehormatan adalah dua pilar utama yang harus dipegang oleh setiap ASN untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan kredibel. Menghindari perilaku tercela merupakan konsekuensi langsung dari komitmen terhadap kedua pilar tersebut. Dengan kepemimpinan yang tegas dan teladan dari Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, diharapkan dapat membentuk ASN yang tidak hanya cakap dalam bekerja tetapi juga bersih, jujur, dan berjiwa melayani demi kemajuan Kabupaten Barito Utara. Kesadaran kolektif untuk meningkatkan etika kerja dan moralitas akan menjadi fondasi yang kokoh bagi pembangunan daerah yang lebih baik.







